0882022044248
Iklan DPRD Paser

Cari Solusi Atasi Minimnya Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

$rows[judul]

Meditama.id, TANJUNG REDEB - Anggota DPRD Berau Subroto menyebut Berau tengah mengalami krisis sumber daya manusia (SDM) tenaga penyuluh pertanian. Akibatnya, produk pertanian di Berau stagnan bahkan cenderung berkurang.

Menurut, Subroto Pemerintah Kabupaten Berau harus mencari solusi terkait penambahan tenaga penyuluh pertanian. 

Meski terdapat kendala regulasi batasan pengangkatan tenaga penyuluh dari lingkaran pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga honorer. 

Lanjutnya, penambahan tenaga penyuluh pertanian paling tepat melalui calon ASN, namun memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan perlu pembagian oleh dinas terkait.

“Karena itu salah satu solusi mencari petani-petani di kampung yang punya potensi untuk bisa diangkat jadi tim penyuluh," ungkapnya. 

Di sisi lain, Subroto menyebut pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Berau tidak terlepas dari kontribusi dan kehadiran para penyuluh. Terutama di kampung-kampung yang menjadi sentra pertanian.

Sementara itu, Ketua DPD Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Berau, Lita Handini menambahkan, sesuai UU Penyuluh Pertanian, penyuluh pertanian di Berau saat ini jumlahnya terbatas.

“Sesuai dengan 100 kampung di Kabupaten Berau, tentu perlu 100 penyuluh. Tapi yang ada hanya 43 penyuluh itupun yang ASN," sebutnya. 

"Maka cara menyiasatinya, kita mengusulkan ada penyuluh swadaya,” sambung Lita Handayani.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh, Perhiptani telah bekerja sama dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPSDM) Berau, untuk mengajukan tambahan tenaga. 

“Kita sudah mengajukan ke Menpan-RB untuk perekrutan tenaga penyuluh baru. Kita juga sudah ke Kementerian Pertanian. Agar jumlah penyuluh di Berau dapat terpenuhi,” ungkap Lita Handayani.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)