Meditama.id, TANJUNG REDEB - Budidaya ikan secara mandiri di rumah dinilai bukan sekadar upaya menambah sumber pangan keluarga, tetapi dapat menjadi gerakan sosial baru di tengah masyarakat Berau.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengatakan, pola konsumsi ikan yang sudah melekat kuat di daerah ini menjadi peluang besar untuk membentuk budaya produksi pangan mandiri berbasis keluarga.
Sumadi menilai, budidaya ikan skala rumah tangga bukan hanya berbicara soal nutrisi semata.
Dirinya melihat, inisiatif tersebut bisa memperkuat solidaritas komunitas, terutama jika masyarakat dapat saling berbagi pengetahuan, bibit, hingga hasil panen.
“Budidaya ikan ini bukan hanya soal kolam dan panen. Ini bisa jadi ruang kebersamaan keluarga sekaligus kolaborasi antarwarga,” katanya.
Dengan tingkat konsumsi ikan masyarakat Berau yang mencapai 69,18 kilogram per kapita pada 2024, Sumadi menyebut bahwa kebutuhan protein bukan hanya dapat dipenuhi oleh pasar, tetapi juga dihasilkan sendiri oleh warga.
Selain mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini dinilai mampu melahirkan peluang usaha mikro seperti pemasaran bibit, pakan, atau olahan ikan.
Untuk memperkuat gerakan ini, ia mendorong pemerintah daerah agar membuka ruang pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
"Ketika produksi pangan bergizi dapat dilakukan di lingkungan keluarga, maka ketahanan ekonomi sekaligus kesejahteraan sosial masyarakat turut meningkat," tandasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar