Keterangan Gambar : Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.
Meditama.id, TANJUNG REDEB – Capaian serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Berau yang baru berada di angka 60 persen hingga triwulan IV minggu ke-2 November 2025 menjadi sorotan.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengatakan, fakta tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera mempercepat pelaksanaan program, bukan menunggu mendekati akhir tahun anggaran baru bergerak.
Dedy menjelaskan, capaian serapan anggaran bukan hanya indikator kinerja pemerintah daerah, tetapi juga berkaitan langsung dengan manfaat pembangunan bagi masyarakat.
“Ketika serapan anggaran rendah, artinya pembangunan belum berjalan maksimal. Padahal masyarakat menunggu hasil nyata, bukan rencana di atas kertas,” tegasnya.
Dirinya menilai waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar satu bulan sangat sempit jika OPD tidak segera memperbaiki koordinasi dan eksekusi di lapangan.
Sehingga, Dedy meminta perangkat daerah memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal, khususnya proyek fisik, agar tidak menimbulkan risiko keterlambatan maupun pekerjaan mangkrak.
“Kalau kegiatan konstruksi ditunda, dampaknya panjang. Maka harus benar-benar dikawal agar selesai tepat waktu dan berkualitas,” ujarnya.
Ketua DPRD juga meminta agar kontraktor pelaksana bekerja profesional dan tidak menunggu pembayaran terlebih dahulu untuk mempercepat progres pekerjaan.
Menurutnya, tanggung jawab penyelesaian pembangunan tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga rekanan.
Politisi Partai Nasdem itu berharap, target Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan serapan anggaran hingga 10 Desember 2025 dapat tercapai.
“Jangan sampai serapan dipaksa tinggi di akhir tahun, tetapi kualitas pekerjaan menurun. Percepatan boleh, asal tetap mengedepankan akuntabilitas,” pungkasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar