Meditama.id, TANJUNG REDEB - Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyoroti adanya perbedaan informasi terkait aktivitas perbaikan jalan yang dilakukan sebuah perusahaan di wilayah Kecamatan Kelay.
Hal itu disampaikannya setelah melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut, di mana ia menemukan adanya kegiatan perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.
Gideon mengungkapkan, saat menanyakan langsung kepada perwakilan perusahaan, pihak perusahaan mengklaim bahwa perbaikan jalan itu dilakukan atas inisiatif perusahaan sendiri.
“Karena ini juga tanggung jawab perusahaan. Tanpa disuruh, mereka memperbaiki jalan karena mereka juga menggunakan akses itu,” terangnya.
Namun, setibanya di kampung, ia justru menerima informasi berbeda dari warga. Warga menyebut perusahaan baru bergerak memperbaiki jalan apabila telah mendapat desakan atau protes dari warga setempat.
“Teman-teman di kampung malah menertawakan saya. Mereka bilang, kalau tidak dimarahi atau didemo, perusahaan tidak akan memperbaiki jalan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya hubungan yang belum sepenuhnya berjalan transparan antara perusahaan dan warga.
Ia menyebut situasi tersebut sebagai “simbiosis mutualisme” yang dilandasi kepentingan masing-masing pihak, terutama terkait kebutuhan akses jalan di wilayah hulu.
Gideon menegaskan perlunya pembahasan lanjutan bersama masyarakat dan stakeholder terkait agar persoalan serupa tidak berulang dan komunikasi dapat berjalan lebih terbuka.
"Perlu adanya komunikasi intens antara masyarakat kampung dan perusahaan. Karena semua mempunyai kepentingan masing-masing," tandasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar