Meditama.id, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau belum sepenuhnya terlepas dari kondisi inflasi yang tinggi.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, memgatakan, untuk menekan inflasi daerah teknis yang berdampak signifikan jika pemerintah daerah harus memperkuat pelaksanaan di lapangan.
Sutami menilai strategi yang terdiri dari Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif sudah tepat.
Namun ia mengingatkan bahwa inflasi di Berau tahun lalu melonjak bukan karena kelemahan konsep, tetapi kurangnya konsistensi Pemkab dalam memastikan alur distribusi dan pengawasan harga berjalan.
“Selama pola kerja masih seperti tahun lalu, inflasi akan berulang. Bukan lagi soal kurang strategi, tetapi soal kurang eksekusi,” tegasnya.
Seperti peran BUMD pangan yang hingga kini belum menunjukkan kontribusi nyata dalam stabilisasi pasokan, padahal seharusnya menjadi tulang punggung kerja sama antarwilayah dan penyedia operasi pasar murah.
Komisi II juga mendorong Pemkab untuk memperkuat pengawasan jalur distribusi bahan pangan, terutama menjelang periode hari besar keagamaan.
Selain itu, ia meminta pemerintah memastikan bantuan ongkos angkut dan sidak pasar tidak bersifat seremonial. “Warga menunggu hasil, bukan rapat,” tandasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar