0882022044248
KUtim

Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi Soroti Minimnya Dukungan untuk Petani Kopi LokalDorong Pemerintah Lebih Proaktif

$rows[judul]

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Belum maksimalnya dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kopi lokal menjadi sorotan Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.

Meski potensi komoditas tersebut dinilai sangat menjanjikan, menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kopi seharusnya menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor perkebunan.

Sumadi menilai, regulasi hibah dan bantuan yang mengharuskan petani tergabung dalam kelompok memang harus dihormati. 

Namun pemerintah daerah disebut perlu hadir lebih proaktif membantu pembentukan kelompok tani kopi di lapangan, bukan sekadar menunggu usulan datang. 

"Tanpa intervensi, petani akan kesulitan memenuhi persyaratan administrasi dan akhirnya tetap berjalan sendiri tanpa dukungan alat produksi maupun akses pemasaran," tuturnya.

Politisi PKS itu juga menyoroti kondisi di mana kedai kopi di Berau masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena produksi lokal belum memadai. 

Padahal, kualitas kopi Berau terbukti mampu bersaing setelah berhasil meraih juara di ajang lomba kopi beberapa waktu lalu. 

“Kalau pasarnya sudah ada dan kualitasnya sudah diakui, berarti masalahnya ada di dukungan dan pengelolaan,” tegasnya.

Sumadi mendorong adanya langkah kolaboratif lintas sektor, termasuk perusahaan swasta, untuk membantu penyediaan lahan dan sarana pascapanen. 

Dirinya berharap pemerintah tidak hanya fokus pada regulasi, tetapi juga memastikan petani kopi  mampu naik kelas sehingga kopi Berau dapat menjadi komoditas unggulan daerah.

"Jangan hanya fokus di penerapan regulasi saja. Harus dimaksimalkan untuk jadi komoditas unggulan," tandasnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)