Meditama.id, SANGATTA - Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutai Timur (Kutim) mencatat kurang lebih 2.000 paket pekerjaan telah masuk tahap kontrak dan siap dilaksanakan tahun ini. Sementara itu, sejumlah paket lainnya masih dalam proses pengadaan dan terus dikejar agar dapat terkontrak sebelum batas waktu pelaksanaan akhir tahun.
Hal tersebut disampaikan Kabid Permukiman Perkim Kutim, Muhammad Noor, yang merujuk pada data hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, jumlah paket yang sudah berkontrak menunjukkan bahwa sebagian besar program fisik Perkim tahun ini siap digulirkan.
“Kalau saya baca dari detail BPK, ada sekitar 2.000 paket yang sudah berkontrak. Yang lainnya masih proses pengadaan dan terus berjalan,” jelas Noor.
Noor menjelaskan bahwa proses pengadaan melalui LPSE masih berlangsung untuk paket-paket yang belum mencapai finalisasi kontrak. Tantangan waktu menjadi faktor utama, karena OPD pelaksana harus memastikan seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sebelum tahun anggaran berakhir.
“Yang belum berkontrak masih kami kejar. Karena begitu kontrak selesai, barulah paket itu bisa turun ke tahap pekerjaan fisik. Targetnya tetap selesai sebelum 31 Desember,” tambahnya.
Noor mengakui bahwa dinamika lelang dan pengadaan sering kali membuat beberapa paket baru dapat dimulai di pertengahan atau bahkan menjelang akhir tahun. Meski demikian, Perkim berupaya memastikan tidak ada program yang tertunda tanpa alasan kuat.
Dia juga menegaskan bahwa pengawalan terhadap proses pengadaan dilakukan secara ketat, agar setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan tidak menghambat progres fisik pekerjaan di lapangan.
“Kami terus pantau, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan pelaksanaan. Begitu kontrak ditandatangani, kami langsung dorong percepatan di lapangan,” katanya.
Dengan jumlah paket yang sangat besar dan sebaran pekerjaan yang menyentuh seluruh kecamatan, Perkim Kutim menempatkan percepatan kontrak sebagai langkah krusial agar seluruh kegiatan dapat terealisasi optimal di sisa waktu tahun anggaran.
“Yang penting semua paket bisa terkontrak dulu. Setelah itu, progres fisiknya akan kami kawal supaya tidak ada pekerjaan yang tertinggal,” ujar Noor.(adv)
Tulis Komentar