Meditama.id, SANGATTA – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutai Timur (Kutim) tengah mempercepat seluruh progres pekerjaan di lapangan setelah proses penandatanganan kontrak mulai rampung. Langkah percepatan ini dilakukan menyusul jadwal pengadaan (JPA) yang baru terlaksana pada tanggal 24, sehingga pelaksanaan fisik baru bisa dimulai setelah dokumen kontrak dinyatakan sah.
Kabid Permukiman Perkim Kutim, Muhammad Noor, mengungkapkan bahwa sebagian besar paket kegiatan baru melewati tahapan administrasi dasar dan belum masuk ke progres fisik. Namun Perkim langsung tancap gas begitu proses tanda tangan kontrak selesai.
“Karena JPA baru turun tanggal 24, maka pekerjaan baru bisa berjalan setelah kontrak selesai. Begitu kontrak ditandatangani, langsung kami kejar progresnya,” jelas Noor, Senin (24/11/2025).
Noor menyebutkan bahwa kondisi ini bukan hal baru, mengingat dinamika pengadaan barang dan jasa di daerah seringkali membuat OPD pelaksana harus mengejar waktu di sisa tahun anggaran. Meski demikian, Perkim berkomitmen memastikan semua paket pekerjaan dapat tuntas tepat waktu.
“Target kami tetap selesai 31 Desember. Walaupun telat start, kita tetap kejar. Yang sudah berkontrak langsung jalan, sementara yang belum berkontrak terus didorong agar segera masuk tahap pelaksanaan,” tambahnya.
Menurut Noor, keterlambatan tahapan administrasi pada awal tahun menyebabkan sejumlah pekerjaan belum menunjukkan progres fisik ketika dipantau di lapangan. Namun ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan saat ini sudah mulai bergerak, terutama setelah dokumen kontrak mulai efektif. Ia juga memaparkan bahwa percepatan ini mencakup pekerjaan jalan lingkungan, drainase, PSU permukiman hingga perbaikan sarana pendukung lain sesuai program yang masuk dalam APBD Perubahan.
“Begitu tanda tangan kontrak selesai, tidak ada waktu untuk menunda. Semua langsung kami dorong untuk berjalan di lapangan,” tegasnya.
Perkim Kutim optimistis bahwa dengan percepatan yang dilakukan, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak tanpa mengurangi kualitas. Noor memastikan monitoring akan dilakukan lebih intensif untuk mengamankan progres setiap paket.
“Kami pastikan pengawasan tetap ketat, supaya kejar target tidak mengganggu mutu pekerjaan. Prinsipnya, cepat tapi tetap sesuai standar,” tutupnya. (adv)
Tulis Komentar