0882022044248
KUtim

Infrastruktur Masih Jadi PR, Pemdes Sangatta Utara Arahkan Usulan Besar ke Dinas Terkait

$rows[judul]

Meditama.id, SANGATTA – Pembangunan infrastruktur (impras) masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi Desa Sangatta Utara. Meski banyak usulan pembangunan dari masyarakat, pelaksanaannya di lapangan kerap menemui tantangan teknis, mulai dari koordinasi lokasi hingga efisiensi anggaran.

Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, mengakui bahwa kendala utama yang sering dihadapi adalah tumpang tindih rencana kegiatan antara Desa, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan program CSR perusahaan.

"Kendalanya itu kadang kita mau melaksanakan kegiatan di Gang A, ternyata PU masuk, CSR masuk. Kami banyak kendala di situ, jadi kegiatan itu seperti kejar-kejaran," ungkap Mulyanti, Selasa (2/12/2025).

Kondisi ini mengharuskan pemerintah desa untuk lebih cermat dalam memverifikasi lokasi pembangunan agar anggaran desa tidak terbuang percuma untuk lokasi yang sudah didanai pihak lain.

Selain masalah teknis lapangan, Mulyanti juga menyoroti potensi pengaruh efisiensi anggaran terhadap realisasi program fisik ke depan. Pihaknya harus bersikap realistis jika terjadi pemangkasan anggaran.

"Kita lihat dulu nanti penurunannya berapa. Kalau memang kita memangkas setengahnya, otomatis program yang kita susun kemarin bisa tidak jalan, seperti impras," jelasnya.

Namun, Mulyanti memastikan aspirasi masyarakat tidak akan mandek begitu saja. Jika dana desa tidak mencukupi, pemerintah desa akan bertindak sebagai jembatan untuk meneruskan usulan tersebut ke level yang lebih tinggi.

"Usulan itu mungkin kita arahkan ke dinas-dinas terkait," tegasnya, memastikan pembangunan di Sangatta Utara tetap berjalan meski dengan berbagai penyesuaian. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)