0882022044248
Iklan DPRD Berau

DPRD Berau Apresiasi Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ilustrasi

Meditama.id, Tanjung Redeb – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, Sumadi menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian nasional sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

Menurutnya, penurunan harga pupuk menjadi “angin segar” bagi petani, khususnya di Kabupaten Berau, yang selama ini menghadapi tekanan biaya produksi cukup tinggi.

“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah. Dengan harga pupuk turun, beban petani berkurang dan produktivitas dapat meningkat,” ujar Sumadi.

Ia menjelaskan, pupuk merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang proses budidaya tanaman. Dengan turunnya harga, diharapkan akses petani terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah, terutama bagi kelompok tani kecil yang selama ini kesulitan memperoleh pasokan akibat harga yang tinggi.

Namun, Sumadi menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi agar manfaat kebijakan ini benar-benar dirasakan oleh petani yang berhak.

“Instansi teknis dan OPD terkait harus memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran. Jangan sampai ada penyimpangan, karena tujuan kebijakan ini jelas — untuk membantu petani kecil,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan ini juga dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan daerah. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, Kabupaten Berau diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Kalau produksi lokal meningkat, kita bisa lebih cepat menuju swasembada pangan,” ungkapnya.

Selain itu, Sumadi menyoroti pentingnya peran Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani. Keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kestabilan pasar dan harga yang berpihak pada petani.

“Kami mendorong Bulog agar lebih optimal dalam menyerap hasil panen petani. Jika pasarnya kuat dan harga stabil, petani akan lebih semangat menanam dan berproduksi,” ujarnya.

Sumadi pun menyampaikan optimisme bahwa kombinasi antara stimulus harga pupuk, pengawasan distribusi yang ketat, dan dukungan pasar yang kuat akan menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing di Kabupaten Berau.

“Jika semua berjalan seiring, pertanian Berau akan semakin maju, dan kesejahteraan petani dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya.(adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)