0882022044248
Iklan DPRD Berau

Dorong Pariwisata Jadi Andalan PAD

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sutami

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau didorong untuk lebih serius dan agresif dalam mempersiapkan sektor pariwisata sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.

Dorongan ini muncul seiring tingginya ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor pertambangan yang dinilai tidak bisa diandalkan dalam jangka panjang.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menegaskan transformasi ekonomi daerah harus mulai diarahkan sejak dini, dengan menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung baru pasca menurunnya produksi tambang.

“Pariwisata harus jadi andalan pasca tambang. Karena itu, baik eksekutif, legislatif, hingga masyarakat harus bersama-sama menyiapkan sektor ini dari sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau (Disbudpar) menjadi kunci dalam mengakselerasi pengembangan sektor tersebut. Ia menilai, promosi pariwisata Berau masih perlu ditingkatkan secara signifikan, baik dari sisi intensitas maupun strategi yang digunakan.

Sutami menekankan bahwa promosi tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, masif, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.

“Promosi harus digencarkan. Kalau destinasi wisata kita dikenal luas, tentu ini bisa menjadi pengganti sektor tambang sebagai penyumbang besar PAD,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa penguatan promosi membutuhkan dukungan anggaran yang tidak kecil. Namun, hal tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang yang sebanding dengan potensi manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan.

Sebagai langkah konkret, Sutami mendorong agar promosi dilakukan di ruang-ruang strategis, seperti kota-kota besar hingga sarana transportasi publik. Bandara, menurutnya, menjadi titik penting dalam memperkenalkan potensi wisata Berau kepada calon wisatawan.

“Kami ingin promosi dilakukan di tempat umum dan transportasi publik, termasuk bandara. Ini penting, bukan hanya untuk wisatawan yang sudah pernah ke Berau, tapi juga untuk mereka yang belum mengenal potensi wisata daerah ini,” terangnya.

Selain promosi, penguatan kelembagaan juga menjadi perhatian. Sutami mendukung wacana pemisahan antara dinas yang menangani pariwisata dan kebudayaan agar masing-masing sektor dapat dikelola secara lebih fokus dan profesional.

“Menurut saya, pemisahan ini akan membuat pengelolaan lebih maksimal. Pariwisata dan kebudayaan punya tantangan yang berbeda, sehingga perlu penanganan yang lebih spesifik,” katanya.

Lebih lanjut, politisi dari Partai Gerindra ini memastikan bahwa Komisi II DPRD Berau memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor pariwisata, termasuk dalam hal penganggaran.

“Alhamdulillah, seluruh anggota Komisi II sangat mendukung penguatan pariwisata. Sekecil apa pun anggaran yang dialokasikan tetap penting. Kami juga terus memberikan masukan kepada dinas terkait, dan komunikasi berjalan dua arah,” ungkapnya.

Meski demikian, Sutami mengingatkan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak boleh berhenti pada promosi dan pembangunan infrastruktur semata. Diperlukan komitmen jangka panjang, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan destinasi yang berkelanjutan, hingga keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

Menurutnya, jika dikelola dengan serius, sektor pariwisata Berau memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pariwisata bukan sekadar jualan destinasi. Ini adalah persiapan masa depan Berau. Jadi harus dikelola dengan serius, terencana, dan berkesinambungan,” tutupnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)