Keterangan Gambar : SUMADI
Meditama.id, TANJUNG REDEB – Kawasan Gurimbang kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Bukan tanpa alasan—wilayah yang menjadi jalur penting mobilitas warga itu kini berada dalam ancaman erosi akibat hantaman arus sungai yang terus menggerus tepiannya.
Jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga infrastruktur vital yang menyokong kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan bahwa kondisi Gurimbang harus segera ditangani melalui pembangunan pengaman turap.
Menurutnya, area tersebut bukan sekadar jalur penghubung, melainkan lokasi fasilitas esensial yang tidak boleh sampai terganggu.
“Di sana ada jalan, juga ada aset penting PDAM. Kalau itu rusak, layanan air bersih bisa ikut terdampak,” jelasnya.
Sumadi menegaskan, arus sungai yang menghantam langsung ke tepi kawasan menjadikan Gurimbang masuk kategori wilayah rawan. Terlebih saat musim hujan, laju air meningkat sehingga risiko kerusakan turut bertambah.
Karena itu, pembangunan turap menurutnya merupakan kebutuhan mendesak, bukan proyek yang bisa ditunda.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa kondisi anggaran daerah sedang mengalami penyesuaian besar setelah efisiensi hingga Rp1,7 triliun.
DPRD, kata Sumadi, tetap berupaya mencari jalan keluar agar pembangunan turap tetap dapat dijalankan, termasuk menjajaki kemungkinan bantuan dari pemerintah pusat.
Sumadi menambahkan, pembangunan pengaman turap bukan hanya menjaga infrastruktur dari kerusakan, tetapi juga melindungi layanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan publik—mulai dari akses jalan hingga pasokan air bersih bagi warga Gurimbang dan sekitarnya.
“Kita lihat dulu pascaefisiensi. Dampaknya memang luar biasa, jadi kita akan berupaya membangun komunikasi dengan pusat supaya ada solusi,” ucapnya.(adv/jek)
Tulis Komentar