0882022044248
Iklan DPRD Berau

Masjid Negara IKN Mulai Difungsikan, Tanda Awal Aktivitas Keagamaan di Ibu Kota Baru

$rows[judul]

Meditama.id, NUSANTARA — Operasional Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memasuki tahap awal. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah perdana yang digelar pada Minggu (11/1/2026), sekaligus menjadi momentum simbolis dimulainya aktivitas keagamaan di jantung ibu kota negara baru.

Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, hadir langsung memimpin ibadah tersebut sebagai imam dan khatib. Dalam khotbahnya, ia mengangkat pesan Surat Al-Baqarah ayat 30 tentang penunjukan manusia sebagai khalifah di muka bumi—sebuah refleksi atas tanggung jawab moral dalam membangun dan merawat peradaban, termasuk dalam konteks pembangunan Nusantara.

Menurut Nasaruddin, pesan tersebut relevan dengan semangat pembangunan IKN yang mengedepankan keberlanjutan, harmoni dengan alam, serta keseimbangan antara kemajuan fisik dan nilai spiritual.

Usai pelaksanaan ibadah, Menteri Agama bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, melakukan peninjauan kesiapan Masjid Negara, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 2026. Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang sosial masyarakat di Nusantara.

Masjid Negara yang berada di kawasan peribadatan Nusantara itu memiliki luas bangunan 76.647 meter persegi, terdiri dari empat lantai dan dua mezanin, dengan kapasitas mencapai 29.095 jamaah. Ke depan, masjid ini direncanakan dapat diperluas hingga mampu menampung sekitar 60.000 jamaah seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan dan masyarakat di IKN.

Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau progres pembangunan Basilika yang tengah memasuki tahap penyelesaian. Kehadiran Basilika tersebut akan melengkapi kawasan peribadatan Nusantara yang dirancang sebagai ruang ibadah lintas agama, bersama rencana pembangunan gereja Kristen, pura, dan wihara.

Nasaruddin Umar menegaskan, pembangunan fasilitas keagamaan yang berdampingan ini mencerminkan wajah Nusantara sebagai ibu kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Ia juga menyatakan Kementerian Agama akan segera mempercepat kehadiran kantor di IKN sebagai bagian dari proses relokasi kementerian dan lembaga.

“Semakin cepat aktivitas pemerintahan berjalan di sini, semakin cepat pula dunia melihat kesiapan IKN. Ini kebanggaan bangsa dan akan menjadi ikon Indonesia ke depan,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menyebut Masjid Negara akan mulai dioptimalkan penggunaannya selama Ramadan mendatang, termasuk menjelang kunjungan Presiden ke kawasan tersebut.

Pengoperasian Masjid Negara menjadi salah satu penanda bahwa Nusantara tidak hanya dibangun sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang memadukan dimensi spiritual, sosial, dan budaya. Keberadaannya diharapkan menjadi motor penggerak kehidupan keagamaan yang damai, inklusif, dan berorientasi masa depan di ibu kota negara baru. (tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)