Meditama.id, PPU – Keberhasilan Balikpapan menutup Popda XVII/2025 Kalimantan Timur sebagai juara umum tidak hanya berbicara soal dominasi medali, tetapi juga menandai kebangkitan pembinaan olahraga yang selama ini terus dibenahi. Kota Minyak mengakhiri gelaran dengan torehan 59 emas, 57 perak, dan 58 perunggu.
Di bawah Balikpapan, Samarinda menempati posisi kedua dengan 56 emas, 58 perak, dan 52 perunggu, disusul Kutai Kartanegara (Kukar) di peringkat ketiga lewat 39 emas, 34 perak, dan 43 perunggu.
Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan bahwa raihan juara umum ini merupakan hasil dari proses panjang pembinaan atlet yang lebih terstruktur dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini bukan sekadar soal medali. Keberhasilan ini menunjukkan arah pembinaan kita semakin matang. Mental dan motivasi atlet luar biasa sehingga target juara umum yang dinanti lebih dari 10 tahun bisa tercapai,” ujarnya.
Ratih menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan agar Balikpapan tidak hanya berjaya pada Popda tahun ini. Pihaknya juga bersiap melakukan evaluasi lintas cabor dan memperkuat program pelatihan.
“Kami akan melakukan roadshow ke setiap cabor untuk memastikan latihan berjalan maksimal. Target berikutnya adalah mempertahankan gelar di Popda Bontang,” katanya.
Kabid Olahraga Disparpora Balikpapan, M. Norhan, menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti solidnya komitmen cabor yang terlibat. Dari 16 cabor yang dipertandingkan, tiga di antaranya menjadi lumbung medali Balikpapan: panahan, renang, dan menembak.
“Penantian sekitar 10 tahun ini terbayar. Namun evaluasi tetap berjalan, terutama bagi cabor yang belum sesuai target, seperti atletik,” ujarnya.
Meski demikian, Norhan menyoroti kebutuhan infrastruktur yang dinilai masih menjadi tantangan besar dalam pembinaan jangka panjang. Ia menyebut Balikpapan membutuhkan fasilitas olahraga yang lebih representatif agar dapat bersaing di level lebih tinggi.
“Harapan kami ke depan Balikpapan memiliki kolam renang standar, lintasan atletik, dan gedung serbaguna untuk cabor bela diri. Ini penting agar pembinaan berkelanjutan bisa berjalan dan prestasi bisa terus meningkat,” tegasnya. (tim)
Tulis Komentar