0882022044248
KUtim

Persiba Gagal Bangkit, Keunggulan Pemain Tak Selamatkan dari Kekalahan

$rows[judul]

Meditama.id, LAMONGAN – Keunggulan jumlah pemain gagal menjadi keuntungan bagi Persiba Balikpapan. Bertandang ke Stadion Surajaya, tim Beruang Madu justru kembali menelan kekalahan dan memperpanjang tren negatif tanpa kemenangan menjadi tujuh pertandingan beruntun, usai takluk 0-1 dari Persela Lamongan, Minggu (4/1/2026) malam.

Persiba sebenarnya berada dalam posisi menguntungkan sejak babak pertama setelah Persela harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah. Situasi tersebut diharapkan mampu menjadi titik balik bagi tim asuhan M. Nasuha untuk menghentikan laju hasil buruk yang terus membayangi.

Namun, harapan itu tak terwujud. Persiba justru kehilangan momentum di babak kedua. Baru tiga menit laga berjalan setelah turun minum, gawang Persiba kebobolan lewat gol Hambali Tolib pada menit ke-48. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda sekaligus memastikan kemenangan Laskar Joko Tingkir di hadapan pendukungnya.

Alih-alih mampu mendikte permainan, Persiba kesulitan membongkar pertahanan rapat Persela. Meski unggul jumlah pemain, serangan Beruang Madu kerap mentok di lini belakang tuan rumah yang tampil disiplin dan terorganisir.

Pelatih Persiba, M. Nasuha, tak menampik kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai anak asuhnya kurang sabar dan gagal memanfaatkan situasi unggul pemain.

“Secara permainan babak pertama cukup baik, tapi di babak kedua kami lengah di awal dan melakukan kesalahan. Itu yang dimanfaatkan Persela,” ujar Nasuha usai pertandingan.

Ia juga mengapresiasi pertahanan Persela yang tetap solid meski bermain dengan 10 pemain. Menurutnya, seluruh pemain tuan rumah turun membantu pertahanan setelah unggul, membuat Persiba kesulitan menemukan celah.

“Kami kurang sabar dalam distribusi bola ke depan. Persela sangat disiplin bertahan dan itu harus kami akui,” katanya.

Hal senada diungkapkan gelandang Persiba, Dwi Geno. Ia menyebut kekalahan ini terasa semakin berat karena Persiba seharusnya mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemain.

“Ini hasil yang sangat mengecewakan. Kami sudah unggul pemain sejak babak pertama, tapi belum bisa memanfaatkan. Ini jadi bahan evaluasi besar untuk laga berikutnya,” ujarnya.

Kekalahan di Lamongan ini kian menekan Persiba Balikpapan, yang kini dituntut segera berbenah jika tak ingin terus terpuruk di papan bawah klasemen. Evaluasi menyeluruh menjadi pekerjaan rumah penting bagi tim jelang pertandingan selanjutnya. (tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)