0882022044248
Iklan DPRD Berau

Proyek Perkim Kutim Terhambat: Waktu Mepet, Pasokan Seret, Tukang Berebutan

$rows[judul]

Meditama.id, SANGATTA- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Timur (Kutim) menghadapi tantangan berat dalam pelaksanaan program infrastruktur tahun ini. Kepala Dinas Perkim Kutim, H. Ahmad Iip Makruf, menyebut kombinasi wilayah luas, waktu pengerjaan yang sempit, serta persaingan tenaga kerja membuat sejumlah proyek berjalan lambat.

Iip mengatakan Kutim dengan 19 kecamatan memiliki karakter permukiman tersebar sehingga proses mobilisasi dan pengawasan tidak bisa dilakukan secara cepat. 

“Wilayah kita terlalu luas, kegiatan banyak, dan pengawasan memerlukan waktu. Itu tantangan besar di lapangan,” ujar di saat ditemu belum lama ini.

Keterlambatan terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) juga menjadi faktor utama. Tahun ini, DPA baru keluar pada akhir Oktober sehingga seluruh pekerjaan harus dikebut dalam waktu sangat singkat. “Waktu pengerjaan sangat terbatas. DPA keluar akhir Oktober, otomatis progres jadi lambat,” jelasnya.

Persoalan lain muncul dari sisi teknis, mulai dari cuaca hingga pasokan material. Banyak proyek berjalan bersamaan sehingga memicu persaingan tenaga konstruksi. “Material dan tukang sering rebutan. Ketika waktu makin mepet, semua proyek ingin cepat selesai, akhirnya terjadi perebutan,” tambahnya.

Perkim tidak ingin memaksakan pekerjaan yang tidak realistis. Karena itu, banyak proyek kategori penunjukan langsung (PL) akan dievaluasi ulang jika waktu tidak memungkinkan. “Kalau memang tidak cukup waktu, tidak kita kerjakan. Target realistis kami 50 sampai 70 persen,” tegasnya.

Iip menyebut kondisi ini akan dijadikan evaluasi besar bagi penyusunan program tahun depan. Penjadwalan, distribusi kegiatan, dan kesiapan anggaran harus lebih matang agar pembangunan berjalan efektif.

Meski banyak hambatan, ia memastikan, bhawa Perkim tetap menjalankan program prioritas seperti pembangunan jalan lingkungan, drainase, perbaikan rumah layak huni, dan penanganan kawasan kumuh. “Kami tetap mengutamakan program prioritas, karena kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu,” ucapnya. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)