0882022044248
Iklan DPRD Berau

STIE Widya Praja Bertransformasi, Paser Siap Sambut Universitas Baru

$rows[judul] Keterangan Gambar : Gedung perkuliahan yang telah disiapkan oleh Pemkab Paser dan diserahkan ke lembaga pendidikan swasta.

Meditama.id, TANAH GROGOT – Peta pendidikan tinggi di Kabupaten Paser segera berubah. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot dipastikan akan bergabung dalam jaringan Universitas Sapta Group, membuka jalan bagi berdirinya institusi pendidikan tinggi berbentuk universitas di daerah tersebut.

Pemilik Sapta Group, Dr. Slametno, menegaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin generasi muda Paser memiliki pilihan kuliah yang bermutu tanpa harus meninggalkan kampung halamannya,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, penggabungan ini bukan sekadar perubahan nama atau status kelembagaan, tetapi upaya membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih komprehensif, dengan dukungan jaringan, sumber daya, dan standar akademik yang terintegrasi.

Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menyatakan dukungan penuh atas rencana tersebut. Ia menilai kehadiran universitas baru sangat sejalan dengan agenda pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Ini momentum penting bagi Paser. Akses pendidikan tinggi yang lebih luas akan memperkuat daya saing masyarakat kita,” kata Fahmi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Praja, Suwito, menyebut transformasi ini diyakini membawa dampak ganda bagi daerah. Selain mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah yang berkontribusi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), keberadaan kampus juga diperkirakan menggerakkan ekonomi lokal.

“Biasanya sektor kos-kosan, kuliner, hingga UMKM akan tumbuh mengikuti aktivitas kampus,” jelasnya.

Dari sisi teknis, proses administrasi dan perizinan penggabungan diperkirakan berlangsung antara enam hingga 18 bulan, menyesuaikan dengan ketentuan dari kementerian terkait. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, universitas baru tersebut ditargetkan dapat beroperasi dalam waktu dekat.

Dalam skema kerja sama yang disepakati, Yayasan Widya Praja bertanggung jawab menyediakan lahan minimal 10.000 meter persegi serta dokumen sewa gedung dengan masa berlaku sekurang-kurangnya 10 tahun. Adapun Sapta Group akan menangani proses perizinan, penyediaan dosen dan tenaga kependidikan, hingga pengadaan sarana dan prasarana akademik.

Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Paser bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berbasis kualitas SDM. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)