Meditama.id, BALIKPAPAN – Stadion Batakan kembali menjadi panggung ujian mental bagi Persiba Balikpapan. Beruang Madu dijadwalkan menjamu Kendal Tornado FC pada Minggu (28/12/2025) malam pukul 20.00 Wita, dalam lanjutan kompetisi yang sarat tekanan bagi tim tuan rumah.
Persiba datang ke laga ini dengan beban berat. Lima pertandingan terakhir berakhir tanpa kemenangan, termasuk kekalahan tipis 0-1 dari PSIS Semarang di kandang sendiri. Hasil tersebut membuat posisi Persiba kian terjepit dan menuntut respons cepat agar tidak terus terperosok.
Di tengah situasi sulit, aktivitas Persiba di bursa transfer juga menjadi sorotan. Hingga memasuki putaran kedua, manajemen belum melakukan penambahan pemain, berbeda dengan sejumlah rival yang berani melakukan perombakan besar demi memperbaiki performa tim. Kondisi ini membuat Persiba harus mengandalkan sepenuhnya komposisi skuad yang ada.
Pelatih Persiba, M. Nasuha, menyebut laga kontra Kendal Tornado FC sebagai kesempatan penting untuk membalikkan keadaan. Ia memastikan seluruh pemain siap tampil dan memahami arti penting pertandingan kandang tersebut.
“Secara teknis pemain siap. Ini laga kandang kedua di putaran kedua dan sangat penting bagi kami. Kami ingin memaksimalkan pertandingan ini untuk mendapatkan tiga poin,” kata Nasuha.
Meski tanpa tambahan amunisi baru, Nasuha menegaskan kepercayaannya kepada para pemain. Menurutnya, keterbatasan yang ada harus dijawab dengan kerja keras dan kebersamaan di lapangan.
“Kami percaya dengan pemain yang ada. Dengan situasi apa pun, saya yakin tim ini tetap bisa bersaing,” ujarnya.
Namun, ia juga realistis menilai tantangan yang dihadapi. Catatan kandang Persiba yang belum konsisten menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Karena itu, laga melawan Kendal Tornado FC disebutnya sebagai titik balik yang tak boleh disia-siakan.
“Kami tidak ingin kehilangan poin lagi di kandang. Ini pertandingan yang sangat penting bagi kami,” tegasnya.
Kapten tim Persiba, Abdul Rahman, menambahkan bahwa kondisi psikologis tim memang belum sepenuhnya ideal, terutama setelah rangkaian hasil kurang memuaskan dan jeda kompetisi yang cukup panjang. Meski begitu, ia memastikan seluruh pemain siap mengesampingkan masalah di luar lapangan demi fokus penuh pada pertandingan.
“Persiapan psikis memang tidak mudah, tapi itu tidak boleh jadi alasan. Di lapangan semua harus dilupakan. Sepak bola terus berjalan dan kami harus tetap berjuang,” ujar Abdul Rahman.
Ia menegaskan komitmen para pemain untuk tampil habis-habisan demi menjaga harga diri tim dan pendukung. Target realistis pun dicanangkan, yakni menghindari kekalahan di kandang, meski tekad meraih kemenangan tetap menjadi tujuan utama.
“Yang pasti kami akan bermain sepenuh hati. Minimal jangan kalah, dan tentu kami ingin menang,” pungkasnya. (tim)
Tulis Komentar