Meditama.id, SANGATTA - Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus menggenjot program “Satu Desa Satu PAUD” sebagai upaya memastikan layanan pendidikan anak usia dini dapat diakses merata oleh seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah pelosok.
Plt Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menyebut program ini menjadi fokus penting tahun 2025. Pemerataan lembaga PAUD dinilai sangat krusial untuk menjamin setiap anak Kutim mendapatkan pendidikan dasar yang layak sejak usia dini.
“Setiap anak berhak mendapatkan layanan PAUD, di mana pun mereka tinggal. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap desa memiliki minimal satu lembaga PAUD aktif,” ungkap Heri di ruang kerjanya belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa peran pemerintah desa sangat strategis dalam mendukung terealisasinya program tersebut. Melalui pemanfaatan dana desa, pemerintah desa dapat mendirikan PAUD Desa, mulai dari membangun ruang kelas, menyiapkan tenaga pendidik, hingga melengkapi sarana dan prasarana dasar.
“Disdikbud Kutim siap mendampingi dari sisi teknis, perizinan, hingga pembinaan mutu. Kolaborasi ini penting agar kualitas layanan PAUD terjamin,” tegasnya.
Heri berharap program Satu Desa Satu PAUD mampu memperkecil ketimpangan akses pendidikan usia dini di Kutim. Dengan layanan PAUD yang terselenggara secara merata, anak-anak dapat memperoleh stimulasi pendidikan optimal pada masa golden age mereka.
“Pendidikan usia dini adalah fondasi. Jika fondasinya kuat, maka pendidikan di jenjang berikutnya akan lebih mudah dilalui anak-anak kita,” tutupnya.(Adv)
Tulis Komentar