0882022044248
Iklan DPRD Berau

Dorong Pemkab Berau Kolaborasi dengan Perusahaan untuk Percantik Kota

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ratna

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau mempercantik wajah perkotaan melalui pembangunan taman, ruang terbuka hijau (RTH), dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) mendapat dukungan dari DPRD Berau. Namun, pemanfaatan anggaran daerah perlu diperhitungkan agar tidak membebani APBD.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna menyatakan pembangunan ruang publik yang estetis memang penting bagi masyarakat. Namun, pembiayaan idealnya tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, terutama untuk proyek kecantikan kota yang sifatnya tidak mendesak.

Sebagai alternatif, Ratna menyarankan agar Pemkab Berau mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau. 

Menurutnya, hal ini merupakan langkah realistis sekaligus mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Sudah selayaknya pihak ketiga memanfaatkan dana CSR mereka untuk mempercantik kawasan kota,” ujarnya.

Ratna menekankan, anggaran daerah sebaiknya diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan, penanganan banjir, dan pelayanan publik. Jika terlalu banyak dialokasikan untuk estetika kota, penyelesaian masalah mendasar bisa terhambat.

Ia mencontohkan sejumlah perusahaan besar di sektor tambang yang berpotensi mendukung program keindahan kota melalui CSR, sekaligus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kontribusi terhadap lingkungan perkotaan. Pola kerja sama pemerintah-pihak ketiga ini sudah berhasil diterapkan di Kota Surabaya, dan ia berharap Berau dapat mencontoh strategi serupa.

Ratna juga mengusulkan mekanisme di mana Pemkab Berau menyediakan lahan, sedangkan pihak ketiga bertanggung jawab pada pembangunan dan pemeliharaannya. Contohnya, penataan dekorasi di Jembatan Sambaliung yang melibatkan dukungan perusahaan.

“Melibatkan pihak ketiga meringankan biaya pemeliharaan. Jika ada kerusakan, mereka langsung menangani, tidak perlu menunggu proses anggaran yang panjang,” tegasnya.

Dengan pendekatan ini, Ratna berharap pembangunan ruang publik di Berau bisa lebih berkelanjutan, efisien, dan tepat sasaran, tanpa membebani APBD.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)