Keterangan Gambar : Kepala Disdikbud Paser, M. Yunus Syam
Meditama.id, TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) bagi ratusan tenaga pendidik yang belum lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah.
Kepala Disdikbud Paser, M. Yunus Syam, menyebutkan terdapat 310 orang yang belum berhasil diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Rinciannya, 293 guru honorer, 12 tenaga kependidikan (tendik), dan 5 tenaga administrasi.
“Kendala utama mereka tidak lolos PPPK sebagian besar karena persyaratan administrasi, terutama masa kerja minimal dua tahun. Selain itu, kualifikasi pendidikan juga harus linier, seperti sarjana pendidikan sesuai mata pelajaran atau guru kelas,” ujar Yunus, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, sebelumnya Pemkab Paser menggunakan skema Pengajar Pengganti (Jarti) untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga pengajar. Namun, tahun ini mekanisme tersebut akan dialihkan ke sistem PJLP yang prosesnya dilakukan melalui tahapan administrasi menyerupai lelang jasa yang dibuka pemerintah daerah.
“Untuk tahap awal, prioritas akan diberikan kepada 310 tenaga honorer yang belum lolos PPPK kemarin,” tegasnya.
Pada seleksi PPPK tahun lalu, Disdikbud Paser mengusulkan 900 formasi. Dari jumlah itu, 612 peserta dinyatakan lulus, termasuk 135 pelamar jalur umum atau fresh graduate yang telah memiliki Sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.
Yunus mengakui, kebijakan pemerintah pusat saat ini masih membatasi pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN. Meski demikian, ia berharap ada kebijakan khusus di sektor pendidikan mengingat kebutuhan guru yang terus meningkat.
“Setiap tahun ada guru yang pensiun bahkan meninggal dunia. Sementara kebutuhan tenaga pendidik tetap tinggi. Kami berharap ada pengecualian atau kebijakan afirmatif untuk sektor pendidikan demi keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia,” pungkasnya. (adv)
Tulis Komentar