0882022044248
Iklan DPRD Paser

Demi Keselamatan Nelayan, Desak Pemkab Pasang Alat Pendeteksi Dini di Laut

$rows[judul] Keterangan Gambar : Saga

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Rentetan insiden di perairan Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm serius bagi masyarakat pesisir dan pemerintah daerah. Mulai dari gelombang tinggi yang datang mendadak, angin kencang, hingga perahu nelayan yang hilang kontak, seluruhnya menegaskan pentingnya sistem keselamatan laut yang lebih terintegrasi.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir. 

Ia menilai sudah saatnya Berau memiliki perangkat pendeteksi dini seperti sensor gelombang tinggi, alat pemantau kecepatan angin, serta sistem peringatan badai yang mampu memberikan sinyal bahaya secara cepat dan akurat kepada nelayan.

“Masyarakat pesisir kita mayoritas menggantungkan hidup dari laut. Mereka berangkat pagi, bahkan ada yang pulang hingga malam hari," ujarnya. 

"Keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama. Dengan sistem pendeteksi dini, nelayan bisa memperoleh informasi cuaca sebelum memutuskan melaut,” tambahnya.

Menurut Saga, keberadaan alat pendeteksi dini akan membantu meminimalisir risiko kecelakaan laut yang kerap terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Informasi real-time mengenai kondisi perairan dinilai sangat krusial, terutama bagi nelayan tradisional yang peralatannya masih terbatas.

Meski begitu, Saga mengingatkan bahwa teknologi saja tidak cukup jika tidak diiringi kedisiplinan dalam mematuhi peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Ia menilai sejumlah kecelakaan laut terjadi bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga karena kurangnya kewaspadaan saat cuaca ekstrem telah diperingatkan sebelumnya.

“Kalau BMKG sudah mengeluarkan peringatan angin kencang atau gelombang tinggi, sebaiknya ditunda," pungkasnya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)