0882022044248
Iklan DPRD Paser

Kalender Event Kampung Diusulkan Terintegrasi, DPRD Berau Ingin Wisata Lebih Terarah

$rows[judul] Keterangan Gambar : Gideon Andris

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Upaya memaksimalkan potensi pariwisata berbasis kampung terus didorong DPRD Berau. Salah satunya melalui usulan penyusunan kalender kegiatan kampung yang terintegrasi agar berbagai agenda budaya dan perayaan lokal tidak lagi saling bertabrakan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai selama ini banyak kegiatan kampung seperti hari jadi, festival adat, hingga agenda budaya digelar dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut dinilai membuat potensi kunjungan wisatawan tidak optimal karena perhatian pengunjung terpecah.

“Selama ini banyak kegiatan kampung digelar hampir bersamaan. Akibatnya, sejumlah agenda justru saling bertabrakan sehingga potensi kunjungan wisatawan tidak dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Menurut Gideon, penyusunan kalender kegiatan tahunan yang terstruktur akan memberikan banyak manfaat, baik bagi pemerintah daerah, pelaku wisata, maupun masyarakat. Selain memudahkan promosi, langkah ini juga memberi kepastian bagi wisatawan dalam merencanakan kunjungan.

“Kalau semua tersusun rapi dalam satu kalender, promosi akan jauh lebih mudah. Wisatawan juga bisa mengatur waktu untuk datang dan menikmati berbagai kegiatan di kampung-kampung,” jelasnya.

Ia menambahkan, Berau memiliki kekayaan potensi wisata kampung yang sangat beragam, mulai dari budaya, tradisi lokal, hingga keindahan alam seperti sungai, pesisir, dan pantai. Namun, tanpa pengelolaan jadwal yang baik, potensi tersebut belum tergarap secara maksimal.

Gideon bahkan mendorong konsep penjadwalan berantai atau berurutan antar kampung. Dengan demikian, wisatawan dapat mengikuti rangkaian event dari satu kampung ke kampung lainnya dalam satu periode waktu.

“Bayangkan kalau dalam satu bulan ada beberapa festival di kampung yang berbeda dan waktunya berurutan. Wisatawan bisa berkeliling menikmati semua, ini akan jadi paket wisata yang menarik,” katanya.

Tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, ia menegaskan bahwa kegiatan kampung juga memiliki efek ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Setiap event biasanya melibatkan pedagang kuliner, pengrajin lokal, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Kegiatan kampung selalu melibatkan UMKM, mulai dari kuliner hingga kerajinan. Kehadiran wisatawan tentu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, momentum perayaan kampung harus dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi berbasis masyarakat. Dengan jumlah kunjungan yang meningkat, perputaran uang di tingkat kampung juga akan ikut terdongkrak.

Oleh karena itu, Gideon meminta Pemerintah Kabupaten Berau segera melakukan inventarisasi seluruh agenda kampung, lalu menyusunnya dalam kalender terpusat yang mudah diakses, baik melalui platform digital maupun media konvensional.

“Kalender ini penting agar wisatawan tahu kapan dan ke mana harus datang. Jadi mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga merasakan langsung budaya dan tradisi masyarakat kampung di Berau,” tandasnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)