0882022044248
Iklan DPRD Berau

Perlu Diversifikasi PAD, Kurangi Ketergantungan Batu Bara

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sujarwo Arif Widodo

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan batu bara kembali menjadi perhatian DPRD.

Sekretaris Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo mengingatkan pemerintah daerah untuk segera mencari alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Menurutnya, meski selama ini sektor tambang menjadi tulang punggung pendapatan daerah, sifatnya yang tidak terbarukan serta sangat dipengaruhi fluktuasi harga global menjadikannya berisiko tinggi.

“Ketergantungan terhadap batu bara harus mulai kita kurangi. Ini sumber daya yang tidak terbarukan dan harganya sangat fluktuatif. Kalau terus bergantung, saat harga turun atau cadangan habis, ekonomi daerah bisa terpukul,” ujarnya.

Sujarwo menilai, pengalaman penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau di masa lalu akibat anjloknya harga batu bara harus menjadi pelajaran penting. Kondisi tersebut menunjukkan betapa rentannya struktur ekonomi daerah jika hanya bergantung pada satu sektor.

“Ini peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kejadian serupa terulang karena kita tidak siap mencari sumber pendapatan lain,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mengembangkan sektor-sektor potensial yang bersifat berkelanjutan. Di antaranya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, hingga pariwisata yang dinilai memiliki prospek besar untuk menjadi sumber PAD baru.

Selain itu, pemanfaatan energi dan sumber daya terbarukan juga disebut sebagai peluang masa depan yang perlu mulai dipetakan dan dikembangkan secara bertahap.

“Berau punya banyak potensi. Tinggal bagaimana pemerintah mampu mengelola dan mengoptimalkannya menjadi sumber PAD baru yang stabil,” jelasnya.

Sujarwo juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang terarah dengan menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai acuan utama. Ia menilai, dokumen tersebut harus benar-benar diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, kepala daerah bersama OPD perlu lebih jeli dalam mengidentifikasi peluang ekonomi baru, sekaligus membuka ruang investasi dan pengembangan sektor unggulan yang selama ini belum tergarap maksimal.

“RPJMD harus benar-benar dijalankan sebagai panduan. Dengan fokus pada sektor potensial, saya yakin Berau bisa lepas dari ketergantungan tambang,” ujarnya.

Selain diversifikasi pendapatan, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran. Setiap program pembangunan, kata dia, harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Tak kalah penting, Sujarwo menekankan perlunya perhatian lebih terhadap pelaku usaha lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah yang inklusif.

“Jangan hanya kegiatan rutin atau formalitas. Harus ada target konkret dan hasil nyata. Pelaku usaha lokal juga harus diperhatikan agar bisa berkembang,” katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, DPRD Berau optimistis daerah ini mampu membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.

“Dengan perencanaan yang matang, Berau bisa memastikan pembangunan tetap berjalan dan berkelanjutan, bahkan tanpa bergantung pada batu bara,” pungkasnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)