0882022044248
Iklan DPRD Berau

Perlu Pelestarian Budaya Inklusif, Semua Suku Diminta Diberi Ruang Setara

$rows[judul] Keterangan Gambar : Rudi P. Mangunsong

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Berau dinilai sebagai kekayaan besar yang harus dijaga dan dikelola secara inklusif.

DPRD Berau pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk memberikan ruang yang setara bagi seluruh kelompok etnis dalam melestarikan budaya dan kesenian daerah.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menegaskan bahwa keberagaman di Bumi Batiwakkal bukan sekadar simbol, melainkan bagian penting dari identitas daerah yang harus dirawat bersama.

“Setiap kebudayaan perlu ditampung. Kita punya perda perlindungan juga. Berau memiliki kekayaan luar biasa. Hampir semua suku ada di Berau dan semuanya harus diberi kesempatan mengisi serta berkontribusi,” ujarnya.

Menurut Rudi, perkembangan Kabupaten Berau tidak lepas dari kontribusi berbagai suku yang hidup dan menetap di wilayah tersebut. Mobilitas penduduk yang tinggi membuat Berau menjadi ruang pertemuan beragam budaya, mulai dari bahasa, adat istiadat, hingga kesenian tradisional.

Ia menilai, kondisi tersebut bukan ancaman, melainkan potensi besar yang dapat memperkaya khasanah budaya lokal jika dikelola dengan baik.

“Mereka datang membawa identitas budaya masing-masing. Itu bukan untuk dihilangkan, tapi justru bisa menjadi kekuatan yang memperkaya Berau,” katanya.

Rudi menekankan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan setiap kelompok budaya mendapatkan kesempatan yang sama untuk berekspresi. Hal ini dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan festival budaya, pembinaan komunitas seni, hingga penyediaan ruang kreatif bagi para pelaku budaya.

Menurutnya, pemerintah harus hadir sebagai fasilitator yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya.

“Pemerintah ini ibarat orang tua. Semua anak harus diberi ruang dan perhatian yang sama agar bisa berkembang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Diperlukan program pembinaan yang berkelanjutan, termasuk dukungan terhadap komunitas budaya yang aktif menjaga tradisi di tengah masyarakat.

Selain itu, penyediaan ruang ekspresi bagi seniman daerah dinilai menjadi faktor penting agar kreativitas budaya dapat terus tumbuh dan berkembang.

Lebih jauh, Rudi optimistis bahwa keberagaman budaya yang dimiliki Berau dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung sektor pariwisata. Kekayaan budaya dari berbagai suku dinilai mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama jika dikemas dalam event yang menarik dan berkelanjutan.

“Dengan dukungan yang tepat, keberagaman budaya ini bisa menjadi kekuatan besar untuk kemajuan daerah, termasuk sektor pariwisata,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pelestarian budaya harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar wacana.

“Pelestarian budaya itu tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata. Harus ada tindakan nyata yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)