0882022044248
Iklan DPRD Paser

Saga Minta Pemkab Berau Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Pasang Air Laut

$rows[judul]

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Cuaca ekstrem kembali mengancam wilayah Kabupaten Berau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi pasang air laut mencapai 2,8 meter di sejumlah wilayah pesisir. Kondisi ini turut disertai curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, meminta Pemerintah Daerah untuk bergerak cepat dan tanggap dalam mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan dataran rendah. “Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi, karena kita tahu ramalan cuaca bisa berubah. Tapi yang paling penting adalah tetap waspada dan berdoa agar terhindar dari bencana,” ujar Saga.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat dilakukan secara cepat dan merata. “Melalui camat, kepala kampung, dan ketua RT, pemerintah harus segera menyampaikan informasi agar warga punya waktu bersiap dan bisa lebih berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem,” tegasnya.

Selain itu, Saga juga meminta agar tim tanggap darurat disiagakan di titik-titik rawan, seperti daerah pesisir, bantaran sungai, dan kawasan perbukitan yang berpotensi longsor. Dengan kesiapsiagaan yang baik, ia berharap dampak kerugian dapat diminimalkan sejak dini. “Kita tidak bisa menunggu bencana datang baru bergerak. Antisipasi dini jauh lebih penting untuk melindungi keselamatan warga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi telah terpantau. Berdasarkan data pengamatan di Bandara Kalimarau, curah hujan mencapai lebih dari 100 milimeter dalam sehari, atau tergolong hujan dengan intensitas ekstrem. “Dengan kondisi ini, potensi bencana hidrometeorologi cukup tinggi, mulai dari banjir, genangan air, pohon tumbang, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah rawan,” jelas Ade.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan cuaca dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dapat mengganggu aktivitas darat, laut, maupun udara. “Hujan ekstrem dapat menyebabkan jalan licin, genangan air, serta berdampak pada jadwal penerbangan dan pelayaran. Karena itu, kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak memaksakan aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk,” tandasnya (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)