0882022044248
Iklan DPRD Paser

Soroti Ketergantungan pada Sektor Tambang

$rows[judul] Keterangan Gambar : Arman Nofriansyah

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Ketergantungan Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan batu bara mulai mendapat sorotan serius dari kalangan legislatif.

DPRD Berau menilai, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat sifat sumber daya tambang yang terbatas dan tidak berkelanjutan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah menegaskan pentingnya langkah strategis pemerintah daerah untuk mulai menggali dan mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor alternatif.

“Kita tidak boleh terus-menerus terlena dengan bagi hasil tambang yang suatu saat pasti akan habis. Kemandirian fiskal harus mulai dibangun dari sekarang melalui penguatan PAD di sektor lain,” ujarnya.

Menurut Arman, Berau memiliki potensi besar di berbagai sektor non-tambang yang selama ini belum dimaksimalkan. Mulai dari pariwisata, perkebunan, hingga sektor kelautan dan perikanan dinilai memiliki prospek cerah serta lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ia menyoroti sektor pariwisata sebagai salah satu andalan yang mulai menunjukkan tren positif. Destinasi unggulan seperti Labuan Cermin dan Pulau Maratua bahkan telah dikenal hingga mancanegara dan terus mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Namun demikian, Arman menilai potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan, terutama dari sisi kontribusi terhadap PAD.

“Retribusi dari sektor pariwisata terus meningkat, tapi masih perlu dukungan infrastruktur yang lebih baik agar kontribusinya terhadap PAD bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Selain pariwisata, sektor perikanan dan perkebunan kelapa sawit juga dinilai memiliki peluang besar sebagai sumber pendapatan baru daerah. Arman menilai, pengelolaan yang lebih sistematis dan inovatif, termasuk dalam mekanisme penarikan retribusi yang tepat, dapat meningkatkan kontribusi sektor tersebut tanpa membebani masyarakat.

“Potensi dari laut dan perkebunan itu sangat besar. Tinggal bagaimana OPD terkait bisa lebih kreatif dalam mengelolanya,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan aset daerah yang selama ini belum produktif. Menurutnya, aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan melalui mekanisme lelang terbuka yang transparan dan akuntabel, sehingga mampu memberikan tambahan pemasukan bagi daerah.

Lebih lanjut, DPRD Berau berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan anggaran yang berorientasi pada peningkatan PAD, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi sumber pendapatan. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya bergantung pada target rutin, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dalam menciptakan sumber ekonomi baru hingga ke tingkat kecamatan.

Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Arman optimistis Kabupaten Berau mampu keluar dari ketergantungan terhadap sektor tambang dan membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, serta berkelanjutan di masa depan.

“Target PAD harus terus meningkat setiap tahun. Dengan begitu, pembangunan daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pusat,” tegasnya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)