Meditama.id, SANGATTA – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Timur (Kutim) menegaskan pentingnya percepatan pembahasan anggaran untuk meningkatkan efisiensi program pembangunan permukiman tahun depan. Itu disampaikan langsung oleh Kabid Permukiman Perkim Kutim, Muhammad Noor.
Noor menilai percepatan pembahasan anggaran memungkinkan perangkat daerah memiliki waktu lebih panjang dalam mempersiapkan seluruh paket pekerjaan, mulai dari penyusunan desain, survei lapangan, hingga pemenuhan readiness criteria sebelum masuk tahap lelang.
“Semakin cepat pembahasan anggaran tuntas, semakin matang pula kami mempersiapkan paket. Dampaknya langsung pada efisiensi waktu dan peningkatan kualitas pekerjaan di lapangan,” ujar Noor.
Noor menjelaskan bahwa salah satu masalah klasik dalam pelaksanaan pembangunan adalah banyaknya paket pekerjaan yang baru berjalan di pertengahan atau bahkan menjelang akhir tahun. Kondisi ini menyebabkan pekerjaan terkesan dikejar waktu dan berpotensi memengaruhi kualitas, terlebih saat memasuki musim hujan.
Dengan lebih cepatnya pembahasan anggaran, Perkim dapat mengontrak lebih awal dan memberi ruang waktu yang cukup bagi rekanan dalam menyelesaikan pekerjaan secara bertahap dan terukur.
“Kami ingin menghindari situasi di mana pekerjaan menumpuk di triwulan akhir. Kalau bisa dikontrak lebih cepat, kualitas bisa lebih terjaga dan progress lebih mudah dipantau,” jelasnya.
Noor menegaskan percepatan pembahasan anggaran juga penting untuk efisiensi belanja daerah. Dengan perencanaan yang lebih awal dan matang, Perkim dapat meminimalisir revisi kegiatan serta memastikan tidak ada paket yang tertunda hanya karena dokumen persiapan belum lengkap.
“Kuncinya ada di waktu. Kalau pembahasan anggaran lebih cepat, kami bisa menyusun timeline teknis secara realistis tanpa ada yang terburu-buru,” ujarnya.
Upaya ini, kata Noor, sejalan dengan arahan Pemkab Kutim yang menekankan efisiensi anggaran dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar permukiman. Perkim Kutim, ujarnya, berkomitmen terus memperbaiki perencanaan program agar mekanisme pelaksanaan pekerjaan lebih tertata dari tahun ke tahun.
“Kami ingin pelaksanaan lebih tertib dan hasil pembangunan bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(adv)
Tulis Komentar