0882022044248
Iklan DPRD Paser

APBD 2026 Turun, DPRD Berau Dorong Pemkab Optimalkan CSR untuk Penataan Kota

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ratna

Meditama.id, TANJUNG REDEB – DPRD Berau mendorong pemerintah daerah untuk menggandeng pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), guna menutup kebutuhan pembangunan non-prioritas, terutama penataan kawasan kota.

Hal itu diusulkan karena penurunan signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau Tahun Anggaran 2026 yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus mengambil langkah efisiensi di berbagai sektor. 

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna menilai penataan ruang terbuka publik seperti taman kota, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tetap harus berjalan meski tidak masuk kategori prioritas utama. 

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi elemen penting yang menjaga kualitas lingkungan dan estetika wilayah.

“Program penataan taman kota memang bukan yang paling mendesak, tetapi tidak boleh berhenti. Jika mengandalkan APBD tahun depan, beban anggaran terlalu berat. Karena itu CSR perusahaan harus dioptimalkan agar wajah kota tidak menjadi gersang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, turunnya belanja daerah pada tahun 2026 membuat sejumlah rencana pembangunan berpotensi terkendala. Untuk menjaga agar penataan kota tetap tersentuh, Ratna menyarankan Pemkab melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau, mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga perawatan fasilitas publik.

“Banyak perusahaan yang beroperasi di Berau. Mereka punya dana CSR. Pemkab cukup menyiapkan lahan, sementara perusahaan dapat menangani penyusunan, penataan, hingga perawatannya. DLHK tinggal melakukan pengawasan dan koordinasi bila ada kekurangan,” terang politisi Golkar itu.

Ratna menegaskan pelibatan CSR bukan hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga bentuk kontribusi perusahaan terhadap daerah tempat mereka beroperasi. Apalagi sudah sewajarnya perusahaan mengalokasikan sebagian dana CSR untuk memperindah lingkungan perkotaan.

“Di tengah gelombang efisiensi besar-besaran secara nasional, Pemkab harus kreatif melibatkan perusahaan dalam penataan kota," sebutnya. 

"Apalagi Berau berada di garis khatulistiwa, suhu cukup ekstrem di musim kemarau. Penghijauan kota bisa membantu meredam panas dan menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman,” pungkasnya.(adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)