Meditama.id, TANJUNG REDEB – Alih-alih menunggu lonjakan kasus penyakit, DPRD Berau menilai pendekatan kesehatan berbasis deteksi dini harus diperkuat agar pelayanan masyarakat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Pandangan ini disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna, yang menyoroti perlunya pembenahan strategi kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan di berbagai wilayah.
Menurut Ratna, upaya peningkatan kualitas kesehatan tak cukup hanya dengan memperbaiki fasilitas.
"Yang dibutuhkan adalah kesiapan sistem monitoring aktif, terutama pada musim cuaca yang tidak menentu yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit," ujarnya.
Ia ingin Dinkes lebih sering turun langsung ke puskesmas, posyandu, hingga kampung-kampung untuk memastikan deteksi dini berlangsung optimal.
Ia menegaskan, respons cepat terhadap indikasi penyakit bukan hanya bentuk pelayanan, tetapi investasi jangka panjang untuk mencegah penyebaran dan biaya penanganan yang lebih besar.
Ratna juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas OPD agar program kesehatan dapat masuk hingga pelosok tanpa kendala birokrasi.
Ia berharap Pemkab Berau mengambil langkah proaktif sepanjang 2025 untuk meminimalkan potensi wabah dan memastikan seluruh program kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar layanan ketika sakit, tetapi perlindungan sebelum penyakit menyebar,” pungkasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar