Meditama.id, TANJUNG REDEB - Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program hibah dan beasiswa di Kabupaten Berau kembali mendapat sorotan, bukan hanya soal besarnya anggaran, melainkan potensi ketimpangan akses informasi antarwilayah.
Di tengah rencana penguatan beasiswa hingga jenjang spesialis kedokteran, DPRD Berau mengingatkan agar program sebesar apa pun tidak akan berdampak maksimal jika informasi hanya terserap di wilayah perkotaan.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menilai perlunya strategi pemerataan informasi yang adil hingga ke kampung-kampung terpencil.
"Karena, masih banyak pelajar dan orang tua di wilayah pedalaman yang belum memahami mekanisme pendaftaran Beasiswa Berau Cerdas itu sendiri," jelasnya.
Kondisi ini dikhawatirkan membuat penerima beasiswa hanya didominasi kelompok dengan akses internet memadai dan kedekatan dengan pusat pemerintahan.
Di sisi lain, anggaran sekitar Rp 7,2 miliar yang disiapkan dalam ABT perubahan dinilai sangat besar, sehingga menjadi ironis jika sebagian besar masyarakat hanya menjadi penonton.
Elita mendorong pemerintah daerah menggencarkan sosialisasi berbasis komunitas, termasuk jemput bola ke sekolah, puskesmas, dan balai kampung.
“Beasiswa ini harus bisa diakses semua lapisan. Jangan sampai hanya yang tahu informasi lebih dulu yang menikmati,” tandasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar