0882022044248
KUtim

Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan Cari Korban Kapal Tenggelam di Ujoh Halang

$rows[judul]

Meditama.id, BALIKPAPAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan kapal ferry di Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat.

Operasi pencarian dimulai setelah laporan diterima dari BPBD Kutai Barat pada Senin (10/11/2025) malam. Tim SRU (Search and Rescue Unit) berangkat dari Kantor SAR Balikpapan pada Selasa (11/11/2025) pukul 00.35 WITA dan diperkirakan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.35 WITA.

Kepala Kantor SAR Balikpapan menyampaikan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian. “Kami mengerahkan semua unsur dan potensi SAR yang ada untuk melakukan pencarian secepat mungkin. Kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna laut di wilayah Ujoh Halang dan sekitarnya, kami imbau agar tetap waspada dan berpartisipasi. Jika menemukan tanda-tanda korban, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi, kapal ferry tersebut diduga tenggelam akibat kelebihan muatan. Area pencarian difokuskan di sekitar titik kejadian perkara (TKP) dengan koordinat 0°2’51.42”N – 115°34’9.62”E.

Basarnas juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi dan kesiapsiagaan berbagai pihak. “Kami berterima kasih atas respons cepat dan koordinasi solid dari Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas KPP Balikpapan, TNI AD Kutai Barat, BPBD Kutai Barat, serta PT BDL Kutai Barat. Sinergi ini sangat krusial, terutama di jam-jam pertama operasi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, delapan orang dilaporkan masih hilang, masing-masing:

1. Ira (perempuan, asal Timur)

2. Ilham (laki-laki, Bandung)

3. Pendi (laki-laki, Lumajang)

4. Anci (laki-laki, Banjar)

5. Sello (laki-laki, Timur)

6. Yanto (laki-laki, Timur)

7. Dedy (laki-laki, Bandung)

8. Bogel (laki-laki, Malang)

Basarnas menegaskan bahwa semangat kemanusiaan dan kesiagaan dalam menolong sesama menjadi komitmen utama dalam operasi ini. Pencarian masih terus dilakukan dengan harapan seluruh korban segera ditemukan. (tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)