0882022044248
Iklan DPRD Paser

BI dan TPID Perkuat Rantai Pasok Pangan, Fasilitasi Business Matching untuk Dukung Program MBG

$rows[judul]

Meditama.id, BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui fasilitasi business matching antara produsen/distributor pangan dengan mitra pemasok SPPG-MBG.

Langkah ini dinilai strategis seiring rencana peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi–Makan Bergizi (SPPG-MBG) yang akan beroperasi pada 2026 di tiga wilayah kerja KPwBI Balikpapan. Penguatan rantai pasok diperlukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga tanpa memicu gejolak harga.

Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan, Robi Ariadi menegaskan, kolaborasi tersebut diharapkan mendorong pemanfaatan produk pangan lokal sebagai prioritas dalam pemenuhan kebutuhan MBG. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berganda bagi daerah.

“Pemanfaatan produk lokal akan memperkuat perputaran ekonomi di daerah dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan business matching telah digelar pada 4–5 dan 9 Februari 2026 di Balikpapan, 9 Februari di Paser, serta 10 Februari di Penajam Paser Utara. Dalam forum tersebut, para produsen dan distributor memaparkan kapasitas pasokan, mulai dari hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga komoditas yang didatangkan dari luar daerah.

Di sisi lain, mitra SPPG-MBG menyampaikan kebutuhan komoditas pangan secara periodik, meliputi sayuran, buah-buahan, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, serta produk olahan seperti tahu dan tempe sesuai menu yang telah ditetapkan. Informasi mengenai proyeksi kebutuhan bulanan dan struktur biaya per penerima manfaat juga turut dipaparkan.

Sebagai tindak lanjut, TPID Kota Balikpapan menyusun booklet profil produsen dan distributor pangan lokal yang dibagikan kepada mitra SPPG sebagai referensi penjajakan kerja sama. Pendalaman teknis dilakukan untuk mengidentifikasi spesifikasi produk, volume pasokan, periode ketersediaan, hingga skema harga.

Dipimpin Kepala Bappedalitbang Balikpapan, proses pendalaman di wilayah Balikpapan menghasilkan delapan kesepakatan awal antara produsen/distributor dengan mitra SPPG. Kesepakatan tersebut dijadwalkan difinalisasi dan ditandatangani pada 18 Februari 2026 dalam High Level Meeting (HLM) TPID gabungan Balikpapan, PPU, dan Paser.

Sementara itu, di Kabupaten Paser penjajakan awal difokuskan pada komoditas telur ayam ras. Adapun di Penajam Paser Utara, tahap awal kerja sama diprioritaskan pada pasokan tahu dan tempe untuk kebutuhan SPPG.

Melalui sinergi ini, TPID bersama Bank Indonesia optimistis penguatan rantai pasok pangan tidak hanya menjaga stabilitas inflasi, tetapi juga memperluas peluang pasar bagi produsen lokal di wilayah selatan Kalimantan Timur. (tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)