0882022044248
KUtim

Daya Beli Belum Stabil, Sejumlah Brand Pilih Hengkang dari Berau

$rows[judul] Keterangan Gambar : Gideon Andris

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Pertumbuhan gerai ritel di Kabupaten Berau sempat menunjukkan geliat positif. Sejumlah brand pakaian, aksesoris, hingga produk lifestyle bermunculan di titik-titik strategis kota. Namun, dinamika tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan stabilitas daya beli masyarakat yang masih fluktuatif. Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha memilih menutup gerainya lebih cepat dari perkiraan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menilai sektor ritel non-kuliner menjadi salah satu yang paling rentan terhadap perubahan daya beli masyarakat.

“Brand seperti toko pakaian atau aksesoris itu sifatnya angin-anginan. Di awal buka mungkin ramai pada bulan pertama dan kedua, tetapi setelah itu perlahan meredup,” ujarnya.

Menurut Gideon, pola konsumsi masyarakat Berau saat ini cenderung mengedepankan kebutuhan pokok dan aspek utilitas dibandingkan gaya hidup. Konsumen lebih selektif dalam berbelanja dan tidak terlalu terpaku pada merek atau tren tertentu.

“Masyarakat lebih memilih barang yang benar-benar dibutuhkan. Faktor merek atau gaya hidup bukan prioritas utama,” jelasnya.

Berbeda dengan sektor ritel fesyen dan aksesoris, bidang kuliner justru dinilai relatif stabil. Kehadiran warung kopi, restoran tematik, hingga tempat makan kekinian terus bertambah dan masih mampu menarik minat konsumen secara konsisten.

Melihat kondisi tersebut, Gideon mendorong peran aktif Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Berau (DPMPTSP) dalam memperkuat ekosistem investasi daerah. 

Ia menegaskan DPMPTSP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penerbit perizinan, tetapi juga perlu bertransformasi menjadi fasilitator dan penggerak tumbuhnya wirausaha baru.

“DPMPTSP bisa menghadirkan seminar atau talkshow dengan pengusaha sukses dari luar daerah agar pelaku usaha muda di Berau mendapatkan wawasan dan inspirasi,” katanya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)