0882022044248
Iklan DPRD Berau

Disdikbud Kutim Perkuat Beasiswa Hafiz Al-Quran, Nilai Bantuan Naik Mulai 2026

$rows[judul]

Meditama.id, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan. Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah kebijakan afirmasi beasiswa untuk siswa penghapal Al-Qur’an yang akan mendapat peningkatan nilai bantuan mulai tahun 2026.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyonomenjelaskan bahwa skema beasiswa Disdikbud selama ini dibagi ke tiga kategori utama: siswa berprestasi, siswa kurang mampu, dan siswa yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang Al-Qur’an, seperti hafiz dan hafizah. Ketiga kategori tersebut telah berjalan bertahun-tahun, namun tahun 2026 menjadi momentum evaluasi besar terutama bagi beasiswa penghapal Al-Qur’an.

“Selama ini nilai bantuannya sama dengan kategori lain karena masih tahap awal. Tetapi tahun 2026 akan kita bedakan. Hafiz dan hafizah akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi,” ucapnya saat di temu di kantornya belum lama ini.

Menurut Mulyono, nilai beasiswa bagi siswa SD penghapal Al-Qur’an akan dinaikkan menjadi Rp2,5 juta per siswa, sementara tingkat SMP menjadi Rp3 juta per siswa. Pemkab menyiapkan kuota hingga 1.000 penerima yang terdiri atas 700 siswa SD dan 300 siswa SMP.

“Kenapa jenjang SD lebih besar? Karena populasi siswanya memang jauh lebih banyak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi-misi kepala daerah yang terangkum dalam 50 program unggulan, termasuk di antaranya penyediaan 1.000 beasiswa khusus bagi penghapal Al-Qur’an.

Sementara itu, jumlah penerima beasiswa untuk kategori prestasi maupun kurang mampu dipastikan tidak mengalami perubahan signifikan pada 2026. Disdikbud memprediksi jumlahnya tetap berada di kisaran lebih dari 12 ribu siswa SD dan lebih dari 2.000 siswa SMP di seluruh Kutim.

Dengan adanya peningkatan bantuan tersebut, pemerintah berharap semangat para siswa dalam mendalami pendidikan agama semakin tinggi tanpa harus mengabaikan pelajaran umum. Disdikbud sendiri menyatakan akan terus melakukan evaluasi teknis agar beasiswa tersalurkan tepat sasaran dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutim.

“Tujuan akhirnya adalah mendorong siswa semakin mencintai Al-Qur’an, namun tetap seimbang dengan pelajaran formal lainnya,” tutup Mulyono. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)