0882022044248
KUtim

Dorong Sinergi Wisata Kuliner dan Bahari, Jadi Daya Tarik Unggulan Daerah

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ratna

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Sektor pariwisata di Kabupaten Berau dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama melalui penguatan sinergi antara wisata kuliner dan wisata bahari. Kombinasi keduanya diyakini mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan berkesan bagi para pengunjung.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna mendorong pemerintah daerah agar memperkuat promosi kedua sektor tersebut secara masif dan terintegrasi. Menurutnya, wisata bahari yang sudah lebih dulu dikenal luas perlu didukung dengan kekuatan kuliner lokal sebagai pelengkap utama

“Potensi kita sangat besar. Wisata bahari sudah dikenal, tinggal bagaimana kita menguatkan wisata kuliner agar menjadi satu paket pengalaman bagi wisatawan,” ujarnya.

Berau sendiri dikenal memiliki destinasi unggulan seperti Pulau Maratua dan Labuan Cermin yang telah menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Ratna menilai, kekuatan destinasi tersebut akan semakin lengkap jika didukung dengan keberagaman kuliner khas daerah.

Ia mengungkapkan, perkembangan kuliner di Berau dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menghadirkan produk kuliner dengan kualitas yang terus meningkat.

Menurutnya, kehadiran UMKM kuliner menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga dapat merasakan langsung kekayaan cita rasa lokal.

“Saya sangat mendukung UMKM di Berau. Dengan begitu, wisatawan tidak perlu jauh-jauh mencari makanan khas, karena semuanya sudah tersedia di daerah kita,” jelasnya.

Ratna menegaskan bahwa kuliner lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari identitas daerah yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan. Pengalaman mencicipi makanan khas dinilai dapat menjadi faktor yang mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung.

“Kuliner ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya dan identitas daerah kita kepada pengunjung,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas pelaku UMKM, khususnya para ibu rumah tangga yang dinilai memiliki keterampilan tinggi dalam mengolah dan memasarkan produk kuliner.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus didukung melalui pembinaan yang berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik dari sisi kualitas produk maupun daya tarik kemasan.

“Untuk Kabupaten Berau, ibu-ibunya sudah sangat terampil. Ini kekuatan besar yang harus kita dorong agar semakin berkembang,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan daya saing produk kuliner lokal, Ratna berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan pelatihan, pendampingan, serta memperluas promosi melalui berbagai platform, termasuk media digital.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas, mulai dari rasa, proses pengolahan, hingga pengemasan produk agar mampu memenuhi ekspektasi wisatawan.

“Kalau pengemasan dan pengolahan terus diperhatikan, pengunjung akan memiliki kesan kuat dan ingin kembali. Di situlah wisata dan UMKM bisa tumbuh bersama,” pungkasnya. (Adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)