Meditama.id, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta untuk mulai mencari lokasi alternatif pengganti Lapangan Pemuda yang berada di pusat Kota Tanjung Redeb. Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, yang menilai keberadaan lapangan tersebut sudah tidak lagi representatif untuk menampung berbagai kegiatan masyarakat maupun agenda pemerintahan.
Menurut Rudi, posisi Lapangan Pemuda yang berada tepat di jantung kota kerap menimbulkan persoalan lalu lintas setiap kali digunakan untuk acara besar. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan penumpukan kendaraan di kawasan padat Tanjung Redeb. “Kalau ada kegiatan besar, kendaraan sering menumpuk dan parkir jadi semrawut. Akibatnya arus lalu lintas di sekitar lapangan terganggu,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Rudi menyarankan agar Pemkab Berau mulai mempertimbangkan pembangunan lapangan baru yang lebih luas dan strategis, dengan akses jalan yang memadai dan area parkir yang cukup. Dengan begitu, kegiatan publik dan pemerintahan dapat berjalan lebih tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di pusat kota. “Pemerintah bisa menyiapkan lokasi baru yang lebih representatif, baik untuk kegiatan sosial, budaya, olahraga, maupun acara resmi pemerintahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan lapangan baru ini bisa menjadi bagian dari penataan ruang kota sekaligus langkah untuk mengatasi kepadatan aktivitas di kawasan pusat pemerintahan. Selain berfungsi sebagai ruang publik, area tersebut juga berpotensi menjadi fasilitas multifungsi yang mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Rudi menilai, jika dikelola secara profesional, lapangan baru itu dapat menjadi sumber pemasukan bagi daerah melalui skema retribusi kegiatan atau pemanfaatan ruang untuk event dan usaha masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Berau meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor non-pajak. “Kalau dikelola dengan baik, lapangan ini bisa jadi ruang publik produktif. Misalnya dengan sistem retribusi untuk kegiatan usaha, konser, atau festival. Jadi selain memberi ruang masyarakat, juga menambah pemasukan daerah,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa usulan ini bukan berarti menghapus fungsi Lapangan Pemuda sepenuhnya. Ia menekankan bahwa Lapangan Pemuda tetap memiliki nilai historis dan sosial penting bagi warga Tanjung Redeb. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan ruang publik dan intensitas kegiatan, dibutuhkan tambahan area yang lebih luas dan tertata. “Tujuannya bukan menggantikan Lapangan Pemuda, tapi menambah ruang publik agar lebih tertata dan nyaman. Dengan begitu, aktivitas masyarakat bisa tersebar dan tidak menumpuk di satu titik,” pungkasnya (adv/jek)
Tulis Komentar