0882022044248
Iklan DPRD Berau

Elita Herlina Dorong Pemkab Tambah Tenaga Dokter Jiwa dan PsikologPenanganan ODGJ di Berau Belum Maksimal

$rows[judul]

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Berau dinilai belum optimal. Minimnya tenaga profesional seperti dokter spesialis kejiwaan dan psikolog klinis menjadi kendala utama dalam memberikan pelayanan kesehatan mental yang menyeluruh bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mencari solusi konkret untuk memperkuat layanan kesehatan mental di daerah. “Kebutuhan terhadap layanan kesehatan jiwa terus meningkat, terutama pasca-pandemi. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Salah satu solusi jangka panjang adalah melalui rekrutmen CPNS atau PPPK di bidang kesehatan jiwa,” ujar Elita, Jumat (7/11).

Elita meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Kesehatan, lebih cermat dalam mengidentifikasi kekurangan sumber daya manusia di sektor kesehatan mental. Tanpa tenaga ahli yang memadai, katanya, masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus berisiko tidak tertangani secara tepat. “Kami di DPRD berharap Pemkab dapat mengusulkan formasi dokter jiwa dan psikolog dalam rekrutmen mendatang. Ini penting agar pelayanan kesehatan di Berau tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada aspek mental,” tegasnya.

Selain menyoroti kekurangan tenaga profesional, Elita juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani persoalan ODGJ. Ia menilai, penanganan tidak cukup hanya dari sisi medis, tetapi juga harus melibatkan pendekatan sosial dan psikologis yang terpadu. “Permasalahan ODGJ bukan semata urusan medis. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga aparat kecamatan dan kampung harus bersinergi. Pendekatannya harus menyeluruh — mulai dari pencegahan, penanganan, hingga rehabilitasi,” jelasnya.

Elita berharap ke depan, Pemkab Berau bisa lebih serius membangun sistem layanan kesehatan mental terpadu, agar masyarakat yang mengalami gangguan jiwa mendapat penanganan yang layak, manusiawi, dan berkelanjutan. “Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jika kedua aspek ini seimbang, kita bisa mewujudkan masyarakat Berau yang benar-benar sehat dan produktif,” pungkasnya (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)