0882022044248
Iklan DPRD Paser

Pemkab Kutim Siapkan Asrama Islam Berstandar MBS MuhammadiyahMaster Plan Ditarget Rampung Dua Tahun

$rows[judul]

Meditama.id, SANGATTA - Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan berbasis keislaman. Tahun ini, Disdikbud memulai persiapan pembangunan asrama Islam terbaik di Kutim, yang mengusung konsep Muhammadiyah Boarding School (MBS) sebagai model utama.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa penyusunan master plan pembangunan asrama tersebut telah dimulai sejak tahun lalu. Program ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya lembaga pendidikan Islam modern yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa.

“Kami ingin menghadirkan asrama Islam terbaik di Kutim, dengan standar pendidikan seperti MBS Muhammadiyah yang sudah terbukti sukses di berbagai daerah,” jelas Mulyono awal pekan lalu.

Pada tahap awal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 1,8 miliar untuk pembangunan fasilitas asrama putra dan putri. Proses pembangunan berjalan tahun ini dan ditargetkan selesai sesuai jadwal.

“Tahun ini pembangunannya sudah berjalan. Mudah-mudahan master plan bisa diselesaikan sesuai rencana,” tambahnya.

Mulyono menyampaikan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari visi besar Pemkab Kutim dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter islami, unggul, dan berdaya saing global. Ia ingin kehadiran MBS Kutim menjadi magnet baru bagi pelajar yang mencari pendidikan berkualitas dengan lingkungan belajar yang kondusif dan religius.

“Kami ingin ketika siswa mondok nanti, mereka mendapatkan gedung yang representatif, nyaman untuk belajar, dan sarana yang menunjang pembentukan karakter,” ujarnya.

Untuk memperkuat kualitas sistem pendidikan, Disdikbud menggandeng Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran. Mulyono pun mengapresiasi dukungan pengurus Muhammadiyah yang aktif memberikan saran dan ide terbaik.

“Kami sangat berharap peran aktif Muhammadiyah untuk terus mendampingi kami, agar konsep asrama ini tidak hanya bagus di atas kertas, tapi benar-benar membawa manfaat besar bagi generasi muda Kutim,” tuturnya.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, master plan pembangunan asrama MBS Kutim ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. Asrama ini nantinya akan menjadi percontohan pendidikan Islam terpadu di wilayah timur Kalimantan dan menegaskan komitmen Pemkab Kutim terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang religius, cerdas, dan berdaya saing. (adv/dar)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)