Meditama.id, SANGATTA - Di balik pelayanan publik yang terlihat cepat, tertib, dan rapi, terdapat peran besar sekretariat sebagai pusat kendali administrasi. Hal ini juga berlaku di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur (Kutim), tempat seluruh aktivitas kerja pegawai bergantung pada ketelitian dan ketepatan pengelolaan sekretariat. Tanpa unit ini, percepatan layanan perizinan dan investasi tidak akan berjalan sebagaimana harapan.
Plt Sekretaris DPMPTSP, Siti Sulhan Azikin, menjelaskan bahwa tugas sekretariat sangat spesifik dan tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan sumber daya manusia. “Kalau sekretaris kan membawa sekretariat ini saja,” katanya, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan bahwa aspek kepegawaian menjadi tulang punggung seluruh operasional dinas. “Kepegawaian, kepegawaian,” ulangnya menegaskan bahwa pekerjaan utama sekretariat adalah memastikan seluruh pegawai berada pada posisi dan tugas yang tepat.
Namun demikian, Siti memastikan bahwa peran sekretaris tidak terbatas pada urusan internal semata. Ia juga tetap memahami dinamika dan fungsi masing-masing bidang teknis, seperti perizinan, promosi, hingga penanaman modal. “Untuk mengetahui tentang bidang-bidang itu, nggak bisa ya? Bisa. Tidak menutup. Bisa,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini semakin besar mengingat pelayanan publik harus mengikuti ritme digitalisasi dan perubahan regulasi. Sekretariat yang kuat menjadi kunci agar seluruh bidang bisa bergerak harmonis, mulai dari penyusunan dokumen, tindak lanjut instruksi pimpinan, hingga koordinasi lintas unit.
Dengan memperkuat fungsi sekretariat, DPMPTSP Kutim berharap pondasi pelayanan publik semakin solid. Keberadaan sekretariat yang tertib dan profesional dipandang sebagai faktor penting untuk menciptakan layanan investasi yang stabil, cepat, dan terpercaya.(adv)
Tulis Komentar