0882022044248
Iklan DPRD Paser

Subroto Soroti Standar Kebersihan Dapur Program Makanan Bergizi Gratis di Berau

$rows[judul]

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Subroto, menyoroti pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah sekolah. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap standar kebersihan dan higienitas dapur produksi makanan, demi menjamin kualitas pangan yang aman dan layak dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Menurut Subroto, dapur yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sumber masalah serius, terutama dalam hal kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap dapur MBG memenuhi standar sanitasi yang ketat, mulai dari penyimpanan bahan makanan hingga proses penyajiannya.

“Jangan sampai karena dapurnya tidak steril, justru menimbulkan penyakit bagi penerima manfaat. Ini harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Politikus Partai Golkar ini juga menilai, pemeriksaan dapur perlu dilakukan secara rutin oleh instansi terkait. Ia menekankan agar lokasi dapur tidak berdekatan dengan sumber limbah atau tempat pembuangan sampah yang berpotensi mencemari makanan.

“Keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari tersedianya bahan pangan bergizi, tetapi juga dari proses pengolahan yang sesuai dengan standar kesehatan,” ujarnya.

Subroto menyebut, dapur yang bersih serta dikelola oleh tenaga yang memahami prinsip sanitasi menjadi kunci utama keberhasilan program MBG. Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran tenaga ahli gizi dalam menentukan menu dan komposisi makanan yang sesuai kebutuhan gizi anak sekolah.

“Ahli gizi tidak bisa ditempatkan sembarangan. Harus orang yang berpengalaman dan tersertifikasi, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Ia menambahkan, program MBG bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan, melainkan bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Berau. Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau untuk tidak hanya memberikan arahan di awal pelaksanaan, tetapi juga aktif melakukan inspeksi lapangan secara berkala ke seluruh dapur pengolahan MBG.

“Pengawasan yang konsisten sangat diperlukan agar standar kebersihan dan kualitas makanan tetap terjaga selama program berjalan,” pungkasnya. (Adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)