Keterangan Gambar : Frans Lewi
Meditama.id, TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti pemangkasan anggaran daerah tahun depan yang berpotensi menghambat pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas masyarakat pesisir.
Menurut Frans, karakter geografis wilayah pesisir membuat ketergantungan terhadap anggaran pemerintah jauh lebih tinggi dibanding kawasan lain. Karena itu, setiap pengurangan alokasi anggaran akan langsung terasa pada pembangunan fisik maupun layanan dasar.
“Infrastruktur seperti jalan tani, jalur produksi pertanian, hingga akses antarkampung semuanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pemangkasan anggaran yang terlalu besar berpotensi memperlambat pembangunan jalan produksi yang sangat dibutuhkan petani untuk mengangkut hasil kebun. Karena dampaknya bisa berantai untuk biaya angkut naik, hasil panen sulit keluar, hingga distribusi komoditas lokal menuju pusat ekonomi terhambat.
Bukan hanya pembangunan fisik, alokasi dana kampung juga ikut tertekan. Frans menyebut kondisi tersebut dapat membuat program prioritas di desa terhenti atau tidak berjalan optimal.
“Ketika anggaran desa ikut terpangkas, otomatis ruang pembangunan di tingkat kampung juga berkurang,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif agar pemangkasan anggaran tidak menimbulkan ketimpangan pembangunan antara pesisir dan perkotaan. Menurutnya, aspirasi dari masyarakat pesisir selalu menjadi fondasi dalam penyusunan program pemerintah daerah.
“Kepala kampung sudah menyampaikan dua program prioritas dari masing-masing wilayah. Harapannya, pemerintah tidak mengurangi kebutuhan yang benar-benar mendesak ini,” tegasnya.
Frans menambahkan, DPRD akan terus mengawal agar proyek-proyek vital di kawasan pesisir tetap berjalan, terutama infrastruktur dasar yang berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi warga dan layanan publik.
“Dengan kondisi fiskal yang ketat, pemerintah daerah harus menata anggaran secara lebih selektif. Namun jangan sampai kebutuhan masyarakat pesisir—yang dari dulu tertinggal dalam pembangunan—justru dikorbankan,” pungkasnya.(adv)
Tulis Komentar