Meditama.id - Suasana berbeda tampak di Hotel Royal Viktoria Sangatta pada Rabu (3/12/2025). Ruang pertemuan tempat pelatihan pengurus Koperasi Merah Putih itu dipenuhi antusiasme 126 peserta dari berbagai desa. Mereka berkumpul dengan satu tujuan: membangun koperasi desa yang lebih kuat, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Diskop UKM dan Ekraf menyelenggarakan pelatihan ini sebagai langkah memperkuat ekonomi desa. Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program nasional yang dirancang untuk menghadirkan kemandirian ekonomi dari desa. Kutim menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong implementasinya.
Kabid Pemberdayaan Koperasi, Suwandi M.P., mengajak para pengurus membuka cara pandang baru terhadap koperasi. Baginya, koperasi bukan lagi lembaga administratif biasa, tetapi bagian dari gerakan ekonomi rakyat. “Kita ingin koperasi dikelola modern, tertib, dan berorientasi pada manfaat,” ujarnya.
Sekretaris Diskop Kutim, Ahmad Asyari, mempertegas bahwa program ini hadir untuk memastikan masyarakat desa memiliki akses ekonomi yang lebih inklusif. Ia menekankan pentingnya membaca potensi desa dan mengelolanya secara bersama-sama. “Koperasi akan kuat bila pengurusnya punya strategi dan komitmen,” katanya.
Pelatihan pun berlangsung hangat. Berbagai pemangku kepentingan hadir memberikan materi, mulai dari Kodim 0909/KTM, akademisi STIE Sangatta, hingga perusahaan dan perbankan. Para peserta diajak memahami regulasi, manajemen usaha, serta cara memperkuat ekonomi desa lewat lembaga koperasi.
Pemkab Kutai Timur berharap peningkatan kapasitas ini menjadi titik awal lahirnya koperasi desa yang mampu menggerakkan ekonomi lokal—bukan hanya sebagai wadah usaha, tetapi sebagai ruang gotong royong yang memberi dampak nyata bagi warga. (adv)
Tulis Komentar