0882022044248
KUtim

Pemkab Kutim Rayakan Puncak Hari Disabilitas Internasional 2025Perkuat Komitmen Daerah Inklusif

$rows[judul]

Meditama.id - Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen pemerintah daerah dalam membangun ruang yang setara bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas. Bertempat di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025) ini digelar dengan penuh kekeluargaan dan antusiasme peserta.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. Sejumlah pejabat turut mendampingi, mulai dari perwakilan Kacab Disdik Provinsi Kaltim, Kepala Dinas Pendidikan Kutim, jajaran TNI/Polri, Kadispora Kutim, Kepala SLB Kutim, perwakilan perusahaan, orang tua, hingga puluhan siswa penyandang disabilitas dari berbagai sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kutim. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban menyediakan akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan fasilitas publik yang inklusif.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program yang memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas. Kami terus mendorong agar fasilitas publik semakin ramah disabilitas, sekaligus membuka ruang partisipasi lebih luas bagi mereka,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya dukungan kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, inklusivitas hanya dapat terwujud apabila setiap warga memahami bahwa kesetaraan adalah tanggung jawab bersama.

“Kita harus memastikan tidak ada warga yang tersisih karena keterbatasan. Semua memiliki hak berkembang,” katanya.

Peringatan HDI 2025 di Kutim tak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga menampilkan hasil kreativitas anak-anak disabilitas. Berbagai pentas seni, tarian, dan persembahan lainnya menjadi bukti bahwa mereka memiliki talenta yang perlu mendapatkan ruang lebih luas. Acara berlanjut dengan penyerahan hadiah simbolis serta sesi foto bersama.

Melalui peringatan ini, Pemkab Kutim berharap masyarakat semakin memahami pentingnya membangun lingkungan yang inklusif dan aksesibel. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan, penyediaan fasilitas ramah disabilitas di pusat layanan publik, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan perusahaan.(adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)