Meditama.id, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan organisasi kepemudaan. Hal itu terlihat dari pembukaan Seminar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kutim yang digelar bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim di Hotel Victoria Sangatta, Jumat (28/11/2025). Seminar ini mengangkat tema “Mahasiswa Islam Intelek dan Aktif” sebagai bentuk dorongan bagi mahasiswa untuk terus berkembang.
Acara ini dihadiri lebih dari 120 peserta serta berbagai unsur pemerintahan dan organisasi masyarakat. Hadir Kadispora Kutim Basuki Isnawan, S.Hut, perwakilan TNI, Polri, Lanal Sangatta, Kejaksaan, Ketua KNPI Kutim, serta pengurus HMI Cabang Kutim. Suasana seminar berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Ketua Umum HMI Kutim, Siwandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kutim yang selama ini konsisten mendukung kaderisasi HMI. Ia mengatakan bahwa dukungan pemerintah sangat berarti bagi organisasi untuk terus mengembangkan potensi kader. HMI, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kaderisasi hingga tingkat komisariat dan mendorong kemandirian organisasi. Ia juga mengungkapkan bahwa HMI akan meluncurkan sejumlah agenda besar pada Desember, termasuk kolaborasi program bersama KNPI Kutim.
Kadispora Kutim Basuki Isnawan menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang bagi seluruh organisasi kepemudaan untuk berkolaborasi. Menurutnya, Kutim selama ini menjadi role model pembinaan pemuda di Kalimantan Timur berkat kekompakan pemerintah dan OKP. “Semua organisasi kepemudaan adalah bagian penting dalam membentuk pemimpin masa depan. Kita ingin menjadikan Kutim sebagai barometer kepemudaan di Kaltim,” ujarnya.
Basuki juga menyampaikan bahwa Kutim telah meraih panji kepemudaan serta predikat kabupaten layak pemuda. Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus memberikan ruang dan dukungan bagi generasi muda untuk berkembang.
Setelah pembukaan, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber. Abdul Kadir Jaelani, S.Kel., M.Ling memaparkan peta jalan mahasiswa Islam intelek dan kritis menuju Indonesia Emas 2045. Sementara Mustafa Gafar, S.Kel membawakan materi tentang filosofi gerakan kemahasiswaan.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh interaksi. Pemerintah Kutim melalui Dispora menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan pemuda, termasuk melalui kolaborasi dengan HMI, KNPI, dan organisasi kepemudaan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan SDM unggul menuju Kutai Timur yang berdaya saing. (adv)
Tulis Komentar